Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Sejumlah seniman dan peserta aksi di Kota Milan, Italia, dalam beberapa hari terakhir memperingati 82 tahun pembantaian anak-anak Sekolah Dasar Francesco Crispi di kawasan Gorla. Peringatan tersebut juga disertai penghormatan kepada anak-anak yang gugur di Sekolah Shajareh Tayyebeh, Minab, serta anak-anak korban perang di Gaza.
Untuk pertama kalinya pada tahun ini, Parlemen Italia secara resmi menetapkan peringatan pembantaian anak-anak Sekolah Dasar Francesco Crispi di kawasan Gorla sebagai Hari Nasional untuk Mengenang Anak-Anak Korban Perang.
Dalam aksi peringatan tersebut, sejumlah warga dan aktivis media mengenang anak-anak yang menjadi korban. Peristiwa pembantaian anak-anak tak berdosa di Sekolah Shajareh Tayyebeh, Minab, yang menurut laporan ini dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel, dinilai memiliki kemiripan dengan tragedi Gorla. Karena itu, peringatan tersebut juga dikaitkan dengan peristiwa Perang Ramadan dan perang terhadap Gaza.
Zio Filippo, seorang aktivis media, mengajak masyarakat berpartisipasi dengan memutar sejumlah video musik sepanjang perjalanan aksi dari Lapangan Repubblica menuju Lapangan Venezia.
Selain itu, para seniman Italia merilis lagu berjudul “Gorla, Minab, Gaza” sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan terhadap anak-anak yang menjadi korban perang.
Gorla merupakan sebuah kawasan di Italia tempat 184 murid tak berdosa kehilangan nyawa akibat pengeboman pada Perang Dunia II. Tragedi tersebut terjadi pada 20 Oktober 1944, ketika pasukan Sekutu (Amerika Serikat) mengebom Sekolah Dasar Francesco Crispi di kawasan Gorla. Serangan itu menewaskan 184 anak dan 19 pegawai sekolah. Peristiwa tersebut kemudian dikenal sebagai “Pembantaian Anak-Anak Gorla”.
Delapan puluh dua tahun setelah bom-bom Amerika Serikat merenggut nyawa 184 murid di sebuah sekolah di Milan, tragedi Sekolah Minab beserta berbagai bukti yang telah dipublikasikan mengenai keterlibatan Washington kembali menghidupkan ingatan akan salah satu pembantaian anak-anak paling memilukan dalam sejarah Perang Dunia II.
Komentar Anda